RMOL. Kementerian Pertanian saat ini tengah bereksperimen dengan model dan inovasi bisnis baru seperti pertanian presisi, pertanian vertikal, dan pertanian pintar atau smart farming. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mendukung revolusi industri.

“Data besar, sensor dan drone, alat analisis, (internet pertanian) dan otomatisasi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) adalah beberapa teknologi yang mendukung industri 4.0,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya di Balai Besar Mekanisasi Pertanian (BB Mektan), Serpong pada Jumat (28/09).

Dia menambahkan, pemanfaatan Internet of Thing (IoT) dalam internet pertanian adalah untuk mengembangkan praktek pertanian modern yang selama ini telah dijalankan seperti pemanfaatan irigasi, pengolahan lahan, penggunaan pupuk dan pestisida, pengembangan varietas tanaman baru, pengolahan pasca panen hingga pemasaran.

Amran melanjutkan bahwa Kementan melalui Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) juga telah mendukung pengembangan Industri 4.0 dengan memanfaatkan teknologi-teknologi cloud computing, mobile internet dan mesin cerdas (artificial intelligence) yang digabung menjadi generasi baru untuk menggerakkan traktor agar mampu beroperasi tanpa operator (autonomous tractor).

“Kita juga gunakan pesawat drone untuk deteksi unsur hara dan robot grafting,” jelasnya.

Pada acara tersebut, Balitangtan meluncurkan teknologi yang dikembangkan dengan kombinasi antara teknologi cloud computing dengan mobile internet, yaitu UPJA Smart Mobile dan Sapa Mektan. UPJA Smart Mobile adalah aplikasi android yang digunakan untuk melakukan usaha jasa pengolahan tanah, jasa irigasi, jasa penanaman padi, jasa panen padi, jasa penggilingan padi, jasa jual benih, jasa jual gabah, jasa pelatihan untuk operator alsintan, perawatan dan perbaikan alsintan dan jasa penjualan suku cadang alsintan.

Sementara itu Sapa Mektan adalah aplikasi administrasi pengujian alsintan online berbasis android dan berbasis web yang digunakan di Laboratorium Penguji BBP Mektan.

Peluncuran inovasi teknologi mekanisasi lainnya yang dihasilkan Balitbangtan antara lain smart irrigation, smart green house, telescoping boom sprayer,  mobile dryer,  rice upland seeder oleh farm dozer, jarwo riding transplanter, penanam benih padi, alsin penanam tebu dan pemasang drip line irigasi, dan kandang ayam close system mendukung Program Bekerja (Bedah Kemiskinan, Rakyat Sejahtera).

“Semua inovasi teknologi Badan Litbang yang di launching hari ini diharapkan diadopsi dan diproduksi massal oleh para perusahaan alsintan yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas usahatani sehingga mampu meningkatkan produksi usaha tani dan kesejahteraan petani,” jelas Amran.

Amran mengakui peran perekayasa sangat penting. Jadi sejak awal kepemimpinannya Ia kerap mendorong 1.128 peneliti Balitbangtan untuk melakukan inovasi dengan memberikan insentif berupa royalti. Amran juga meminta sejumlah stakeholder penting termasuk sejumlah kepala daerah, Kepala Pusat Bidang Diklat BPPT, Kepala PUSPIPTEK dan perwakilan dari sejumlah kampus, Perusahaan Alsintan, dan Para Perekayasa untuk mendorong sektor pertanian lebih berdaya saing. [mel]

 

Sumber: RMOL.CO

Leave a Reply

%d bloggers like this: